Perbedaan Antara Senang dan Bahagia

Pagi² aq diganggu oleh suara kendaraan,, dg perasaan gundah-gulana, aq menatap jam yg ada dihp,,
Didalam hati ingin berteriak,, knapa g dr tadi kendaraan itu berteriak agar q g telat kuliahnya..
yahh dr pada sedihh,, mulailah googling diInet, hingga akhirnya kutemukan artikel ini.
sebuah artikel yg bercerita tentang bedanya senang dg bahagia.
Ada sebuah cerita metafora seperti ini:
Suatu pagi, seorang wanita merasa sedih ketika ia bercermin. Ia menemukan ia hanya memiliki tiga helai rambut di kepalanya. Tiba-tiba, ia tersenyum. “Hari ini,” katanya, “Saya akan mengepang rambut saya!” Dan setelah melakukannya, ia berjalan keluar rumah dan bersenang-senang.
Pagi berikutnya, wanita itu bangun dan merasa sedih tatkala ia bercermin. Ia menemukan ia hanya memiliki dua helai rambut. Tiba-tiba, ia tersenyum. “Hari ini,” katanya, “Saya akan menyisir dengan belahan di tengah.” Setelah ia melakukannya, ia berjalan keluar rumah dan bersenang-senang.
Pagi berikutnya, wanita itu bangun dan merasa sedih tatkala ia bercermin. Ia menemukan ia hanya memiliki sehelai rambut yang tersisa. Tiba-tiba, ia tersenyum. “Hari ini,” katanya, “Saya akan menyisir rambut saya menjadi berponi.” Setelah ia melakukannya, ia berjalan keluar rumah dan bersenang-senang.
Pagi berikutnya, wanita itu bangun dan merasa sedih tatkala ia bercermin. Ia menemukan tak ada lagi rambut yang tersisa. Tiba-tiba, ia tersenyum. “Yiipiii!” teriaknya kegirangan, “Saya tidak perlu repot dengan rambut hari ini!” Dengan segera, ia berjalan keluar dan bersenang-senang.

Nah, kesimpulanya…
Apa perbedaan antara Kebahagiaan dan Kesenangan?…
– Sebuah es krim coklat komplit dengan topping nya adalah kesenangan
– Acara tamasya ke taman hiburan, ke pantai, ke gunung, adalah kesenangan
– Nonton film bareng temen di bioskop adalah kesenangan
– ‘Hang out’ ke kafe, belanja habis-habisan di mall adalah kesenangan
– Makan pempek yang gurih dan menggoda bau nya adalah kesenangan
– Ketemu temen, trus ketawa-ketiwi bercanda, adalah kesenangan

Ternyata, kesenangan adalah pekerjaan luar. Sedangkan kebahagiaan?
Ya, kebahagiaan itu letaknya di dalam hati.. Bisa jadi dalam kondisi yang:
– Sarapan pagi dengan nasi plus sepotong tempe goreng saja adalah kebahagiaan (beruntung sekali, masih bisa sarapan nasi, pake lauk lagi, ada yang mau sarapan aja masih bingung uangnya dari mana, atau kalo ga tanahnya tandus, hingga padi pun ga bisa tumbuh, kedelai pun mati jika ditanam)
– Tidak pergi tamasya, tidak ke gunung, ke pantai, hanya sekedar jalan wira-wiri di depan pekarangan rumah pun adalah kebahagiaan (beruntung, masih bisa jalan, masih bisa melihat warna tanaman di pekarangan yang hijau, bisa dengar suara tetangga sebelah yang sedang memanggil anaknya). Bahkan, hanya berdiam diri, istilah jawa nya ‘tunggu brok’ di dalam rumah pun sambil nge-lamun ga ngapa-ngapain, adalah kebahagiaan (beruntung, masih hidup, otak masih bisa buat ngelamun)
– Ketemu temen, dalam keadaan jutek (entah kita nya ataupun dia nya), namun kita kemudian sadar bahwa keadaan tidak selalu ceria, langit terkadang mendung dan siap menumpahkan hujan, hati manusia kadang berbolak-balik kadang jutek, marah, murung, itupun bisa membawa kebahagiaan… (beruntung, masih dikaruniai rasa yang bisa membedakan kondisi ceria dan mendung kelabu, beruntung karena masih punya masalah berarti masih hidup)..
– Sakit flu, demam hingga harus seharian tidak beraktivitas di luar rumah, adalah tetap kebahagiaan, karena dengan sakit kita bisa istirahat di rumah, masih hidup, saraf-saraf masih bisa merasakan nyeri sakit..
Dan seterusnya.. Mungkin takkan ada habisnya jika kita ahli dalam menemukan setiap sudut kebahagiaan yang telah disediakan oleh Sang Pencipta bagi diri kita ini. Yang letaknya dimana lagi, tiada lain tiada bukan, ialah di dalam hati kita masing-masing.

“Kebahagian itu.. berasal dari dalam diri sendiri, yang itu bisa diupayakan dari dalam hati kita masing-masing”
Saya bahagia, bahkan di dalam keraguan saya sekalipun atas banyak hal yang terjadi akhir-akhir ini. Saya bahagia, karena diberi kesempatan untuk menggenapkan separuh dien 3 bulan lagi.. Saya bahagia, saat menyadari bahwa dimaki-maki konsumen pun adalah sebuah nikmat, karena beruntung masih bisa punya konsumen.. Bahagia masih hidup utuh komplit, bisa ngebut di pagi hari ataupun sore hari kalo jalanan sepi, bisa menulis di blog, bisa bermain internet, bisa beribadah dengan aman tanpa ancaman, bisa mengkaji tafsir tiap Senin, dan yang paling sederhana, masih bisa makan ala kadarnya, minum, tidur dan bangun kembali..
Bahagia itu, tidak harus selalu senang…
Dan saya bahagia dengan ikhtiar untuk merasa cukup atas ini semua.
~kripikcinta.blogspot.com~

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s